Selamat Datang

Selamat datang di Blog Spot TPP Kabupaten Daharmasraya, terima kasih telah berkunjung

Senin, 06 Oktober 2025

KABUPATEN DHARMASRAYA



Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kawasan lindung dibawah kementerian perhutanan. Pada kawasan ini dahulunya pernah menjadi ibu kota dan pusat kerajaan Malayapura. Ibu kota Kabupaten Dharmasraya berada di Pulau Punjung. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 38 Tahun 2003, dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung. Kabupaten Dharmasraya dikenal juga dengan sebutan Ranah Cati Nan Tigo. Diperkirakan jarak waktu antara darmasraya dengan provinsi Sumatera Barat adalah ±7 jam Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Dharmasraya 2021, penduduk kabupaten ini berjumlah 228.591 jiwa (2020), dengan kepadatan 77 jiwa/km2, dan pada pertengahan tahun 2024, penduduk Dharmasraya sebanyak 240.159 jiwa.[3][2] Sejarah Balai nagari Silago pada tahun 1877-1879 Nama kabupaten ini diambil dari manuskrip yang terdapat pada Prasasti Padang Roco,[5] di mana pada prasasti itu disebutkan Dharmasraya sebagai ibu kota dari kerajaan Malayapura waktu itu.


 Kerajaan ini didirikan oleh Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa Dinasti Mauli pada tahun 1183[6].Kerajaan ini muncul setelah kejatuhan kerajaan Sriwijaya pada abad 13-14, di mana daerah kekuasaan kerajaan ini merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya sebelumnya, yaitu mulai dari Semenanjung Malaya hingga Sumatra. Hal ini dapat dibuktikan dari Prasasti Grahi di Chaiya, selatan Thailand serta catatan dalam naskah Cina yang berjudul Zhu Fan Zhi (諸蕃志) karya Zhao Rugua tahun 1225.[7] Kemudian kerajaan ini menjalin hubungan dengan Kerajaan Singhasari, sebagaimana yang terpahat pada Prasasti Padang Roco.[8][9] 

Selain itu nama Dharmasraya juga disebutkan dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit, Nagarakretagama[10] sebagai salah satu daerah vasal. Sejarawan zaman kolonial Belanda sudah banyak mempelajari sejarah tersebut, bahkan pada tahun 1930 memboyong arca Amoghapasa dan arca Bhairawa ke tempat yang sekarang disebut Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Namun sayangnya kebanyakan masyarakat termasuk diantaranya pemuka adat Tuanku Rajo Dipati mengaku jika nama Dharmasraya sudah lama terlupakan oleh mereka. Nama Dharmasraya mencuat kembali di kalangan masyarakat saat proses pemekaran Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung dan akhirnya dipakai sebagai nama kabupaten baru.[11] 

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berusaha mengangkat sejarah ekspedisi Pamalayu yang terlupakan ini misalnya dengan mengadakan Festival Pamalayu di Museum Nasional bahkan mengungkapkan keinginan untuk memulangkan arca di Museum Nasional ke tempat asalnya.[12][13] Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu dari 3 kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, yang dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 38 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di provinsi Sumatera Barat, dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004. 


 Geografis 
Secara geografi Kabupaten Dharmasraya berada di ujung tenggara Provinsi Sumatera Barat. Secara astronomis, wilayah Kabupaten Dharmasraya berada di antara 00°48'25,4"–01°41'40,3" Lintang Selatan dan 101°08'32,5"–101°53'30,3" Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Dharmasraya berdasarkan Perda No 4 Tahun 2009 yaitu 2.961,13 Km² (296.113 Ha), sedangkan berdasarkan perhitungan pemetaan hasil digitasi citra spot 5 pada RT/RW Kabupaten Dharmasraya memiliki luas 3.025,99 km² (302.599) Ha.[14][15] Batas Wilayah Batas wilayah kabupaten Dharmasraya adalah sebagai berikut:[14] Utara Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Kuantan Singingi, Riau Timur Kabupaten Tebo dan Kabupaten Bungo, Jambi Selatan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Kerinci, Jambi Barat Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan 

 Topografi 
Secara topografi, daerah Kabupaten Dharmasraya bervariasi antara berbukit, bergelombang, dan datar dengan variasi ketinggian dari 100 m–1.500 m di atas permukaan laut. Ketinggian dari permukaan laut mulai dari 100 meter dpl pada bagian kawasan yang mengarah ke sebelah timur, hingga 1.500 meter dpl pada bagian kawasan yang menjadi bagian dari gugusan Bukit Barisan di sebelah barat. Kelerengan lahan bervariasi dari datar sebesar 7,65%, landai sebesar 46,64%, curam sebesar 34,29% sampai sangat curam sebesar 11,42%. Sebagian besar jenis tanah di Kabupaten Dharmasraya berjenis podsolik merah kuning, dengan penggunaan lahan yang didominasi untuk peruntukan hutan hujan tropik seluas 133.186 hektare (44,98%) dan lahan perkebunan seluas 118.803 hektare (40,12%) sedangkan untuk penggunaan lainnya sebesar 14.90%.[14][15] 

 Iklim 
Iklim di wilayah Kabupaten Dharmasraya adalah iklim tropis dengan tipe ekuatorial (Af). Suhu udara di kabupaten ini berkisar antara 21 °C hingga 33 °C dengan rata-rata hari hujan 14.35 hari per bulan dan rata-rata curah hujan 265,36 mm per bulan. Tingkat kelembapan nisbi di wilayah Dharmasraya pun cukup tinggi ±83%. Curah hujan tahunan di wilayah Dharmasraya cenderung tinggi berkisar antara 2600–3200 mm per tahun dengan jumlah hari hujan lebih dari 160 hari hujan per tahun. Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Transkripsi bahasa daerah • Jawi Minang ضارمسراي 

Kantor Bupati Dharmasraya 
Kantor Bupati Dharmasraya Lambang resmi Kabupaten Dharmasraya Lambang Julukan: Ranah Cati nan Tigo Motto: Tau jo nan ampek (Minang) Masyarakatnya memiliki empat pengetahuan yang terperinci tentang adat, agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi Peta Wikimedia | © OpenStreetMap Peta Kabupaten Dharmasraya di Sumatra Kabupaten DharmasrayaKabupaten Dharmasraya Peta Tampilkan peta Sumatra Tampilkan peta Indonesia Tampilkan semua Koordinat: 1.05°S 101.367°E Negara Indonesia Provinsi Sumatera Barat Tanggal berdiri 18 Desember 2003; 21 tahun lalu[1] 


Dasar hukum UU Nomor 38 Tahun 2003[1] Ibu kota Pulau Punjung Jumlah satuan pemerintahan Daftar Pemerintahan • Bupati Annisa Suci Ramadhani • Wakil Bupati Leli Arni • Sekretaris Daerah Adlisman Luas[2] • Total 2.920,93 km2 (1,127,78 sq mi) Populasi (30 Juni 2024)[3] • Total 240.159 • Kepadatan 82/km2 (210/sq mi) Demografi • Agama 97,78% Islam 2,20% Kekristenan 1,92% Protestan 0,28% Katolik 0,02% Lainnya[3] • Bahasa Indonesia, Minangkabau • IPM Kenaikan 74,06 (2024) tinggi[4] Zona waktu UTC+07:00 (WIB) Kode BPS 1311 Edit nilai pada Wikidata Kode area telepon 0754 Pelat kendaraan BA xxxx V** Kode Kemendagri 13.10 Edit nilai pada Wikidata DAU Rp 535.658.048.000,- (2020) Situs web www.dharmasrayakab.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penjaringan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award Tingkat Nasional Tahun 2025

  Alhamdulillah Nagari Sungai Dou Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya medapat Juara satu dalam Penjaringan Pemerintahan Desa dan Kelura...