Selamat Datang

Selamat datang di Blog Spot TPP Kabupaten Daharmasraya, terima kasih telah berkunjung

Rabu, 29 Oktober 2025

Penjaringan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award Tingkat Nasional Tahun 2025

 Alhamdulillah Nagari Sungai Dou Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya medapat Juara satu dalam Penjaringan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025, sehinnga menjadi nominasi untuk ikut di tingkat nasional sehingga pada hari ini selasa tanggal 29 Oktober 2025 pelaksanaan   pemaparan, wawancara dan klarifikasi Penjaringan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award tingkat nasional 2025 melalui Zoom dengan Tim penilai dari Nasinal di jakarta yaitu dari Kementrian terkait dan zoo dilaksanakan di kantor Wali Nagari Sungai Duo yang di hadiri oleh Kepala Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Barat, Staf Ahli, Kepala Dinas PMD Kabupaten dan Kepala Dinas OPD Kabupaten Dharmasraya, Pemerintah Kecamatan, Pemerintahan Nagari TPP P3MD Kabupaten Dharmasraya dan Lembaga dan unsur yang ada di Nagari.

Sebelum pelaksanaan pemaparan, wawancara dan klarifikasi Penjaringan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award tingkat nasional 2025 ini PMD Provinsi, Kabupaten dan TAPM, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa melakukan pembinaan untuk persiapan ini di Nagari agar menghasilkan persiapan bahan dan meteri sesuia kisi kisi lomba secara sempurna, dan membantu wali nagari agar siap menghadapi lomba tingkat Nasional ini yang akan membawa nama baik Kabupaten Dharmasrya di tingkat Nasional. 
 

Kegiatan ini Diawali dengan persiapan yang dilakukan terutama bagian media expose dan tata ruang zoom. kegiatan zoom ini Dilaksanakan pemeparan Wali Nagarisungai duo nomor urut pertama dari 5 Desa di region Sumatera (gagal dilaksanakan dan diputar menjadi urutan terakhir karena masalah hubungan zoom yg gagal). Kemudian Nagari Sungai Duo di urutan terakhir pemaparannya yang di mulai jam 11.00 siang, pemaparan ekspose oleh wali nagari Ali Amran terlaksana dengan lancar dengan waktu 15 menit, kemudian masuk zoom ke ruang wawancara sebanyak 5 room zoom dan setiap room diberi waktu selama 15 menit, semua pertanyaan dari tim penilai di setiap room terjawab dengan baik dan kita berharap semoga Nagari Sungai Duo Mendapat nomor satu dalam lomba ini amiin yra.

                                                      Video Pendek Kegitan Ekspose

Penulis
Syaiful (TAPM Kabupaten Dharmasraya)

Kamis, 16 Oktober 2025

Bimtek eHDW bagi KPM dan Admin Desa se kecamatan Timpeh kabupaten Dharmasraya

 

foto krgiatan bimtek
Bimtek ehdw bagi KPM dan Admin Desa se kecamatan Timpeh kegiatan ini di mulai pembukaan oleh Wali Nagari Panyubarangan kenudian Arahan dari Sekcam Timpeh pak Ngalimin setelah itu materi dari TAPM syaiful yang menerangkan bahwa Aplikasi eHDW (Elektronik Human Development Worker) adalah sebuah sistem berbasis web yang dirancang untuk mendukung penurunan angka stunting di Indonesia.

 

khususnya di tingkat desa. Dikembangkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, danTransmigrasi (Kemendesa) dengandukungan Bank Dunia, Tujuan dan Fungsi Konvergensi Program adalah Mendukung perencanaan,pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program konvergensi penanganan stunting di desa. Pengumpulan Data : Memfasilitasi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam mengumpulkan, mencatat, dan melaporkan data.
    Fokus Sasaran : Utamanya untuk rumah tangga dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), calon pengantin, pasangan usia subur, anak usia 24-59 bulan, dan remaja putri. Sasaran pendataan dalam aplikasi eHDW (Elektronik Human Development Worker) mencakup berbagai kelompok masyarakat yang berkaitan dengan upaya percepatan penurunan angka stunting, KPM harus memantau Sasaran setiap bulan di aplikasi e HDW dan Admin Desa seallu memantau kinerja pemantauan oleh KPM dan  menverivikasi setiap ada penambahan sasaran, kemudian mencetak Vilage Scord Card setiap bulan dan triwulan. Target bulan ini sudah melakukan pemantauan setiap sasaran di e HDW. Kemudian Bimtek di lanjutkan dengan Praktek penggunaan eHDW untuk Admin Desa dan user KPM sehingga pesrta paham cara verifikasi , membuat laporan dan penambahan sasaran serta pemantauan sasaran di eHDW, di akhir bimtek membuat RKTL penyelesaian input sasaran dan pemantauan setiap bulan oleh KPM dan verifikasi oleh admin desa.


Minggu, 12 Oktober 2025

Senin, 06 Oktober 2025

KABUPATEN DHARMASRAYA



Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kawasan lindung dibawah kementerian perhutanan. Pada kawasan ini dahulunya pernah menjadi ibu kota dan pusat kerajaan Malayapura. Ibu kota Kabupaten Dharmasraya berada di Pulau Punjung. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 38 Tahun 2003, dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung. Kabupaten Dharmasraya dikenal juga dengan sebutan Ranah Cati Nan Tigo. Diperkirakan jarak waktu antara darmasraya dengan provinsi Sumatera Barat adalah ±7 jam Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Dharmasraya 2021, penduduk kabupaten ini berjumlah 228.591 jiwa (2020), dengan kepadatan 77 jiwa/km2, dan pada pertengahan tahun 2024, penduduk Dharmasraya sebanyak 240.159 jiwa.[3][2] Sejarah Balai nagari Silago pada tahun 1877-1879 Nama kabupaten ini diambil dari manuskrip yang terdapat pada Prasasti Padang Roco,[5] di mana pada prasasti itu disebutkan Dharmasraya sebagai ibu kota dari kerajaan Malayapura waktu itu.


 Kerajaan ini didirikan oleh Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa Dinasti Mauli pada tahun 1183[6].Kerajaan ini muncul setelah kejatuhan kerajaan Sriwijaya pada abad 13-14, di mana daerah kekuasaan kerajaan ini merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya sebelumnya, yaitu mulai dari Semenanjung Malaya hingga Sumatra. Hal ini dapat dibuktikan dari Prasasti Grahi di Chaiya, selatan Thailand serta catatan dalam naskah Cina yang berjudul Zhu Fan Zhi (諸蕃志) karya Zhao Rugua tahun 1225.[7] Kemudian kerajaan ini menjalin hubungan dengan Kerajaan Singhasari, sebagaimana yang terpahat pada Prasasti Padang Roco.[8][9] 

Selain itu nama Dharmasraya juga disebutkan dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit, Nagarakretagama[10] sebagai salah satu daerah vasal. Sejarawan zaman kolonial Belanda sudah banyak mempelajari sejarah tersebut, bahkan pada tahun 1930 memboyong arca Amoghapasa dan arca Bhairawa ke tempat yang sekarang disebut Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Namun sayangnya kebanyakan masyarakat termasuk diantaranya pemuka adat Tuanku Rajo Dipati mengaku jika nama Dharmasraya sudah lama terlupakan oleh mereka. Nama Dharmasraya mencuat kembali di kalangan masyarakat saat proses pemekaran Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung dan akhirnya dipakai sebagai nama kabupaten baru.[11] 

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berusaha mengangkat sejarah ekspedisi Pamalayu yang terlupakan ini misalnya dengan mengadakan Festival Pamalayu di Museum Nasional bahkan mengungkapkan keinginan untuk memulangkan arca di Museum Nasional ke tempat asalnya.[12][13] Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu dari 3 kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, yang dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 38 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di provinsi Sumatera Barat, dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004. 


 Geografis 
Secara geografi Kabupaten Dharmasraya berada di ujung tenggara Provinsi Sumatera Barat. Secara astronomis, wilayah Kabupaten Dharmasraya berada di antara 00°48'25,4"–01°41'40,3" Lintang Selatan dan 101°08'32,5"–101°53'30,3" Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Dharmasraya berdasarkan Perda No 4 Tahun 2009 yaitu 2.961,13 Km² (296.113 Ha), sedangkan berdasarkan perhitungan pemetaan hasil digitasi citra spot 5 pada RT/RW Kabupaten Dharmasraya memiliki luas 3.025,99 km² (302.599) Ha.[14][15] Batas Wilayah Batas wilayah kabupaten Dharmasraya adalah sebagai berikut:[14] Utara Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Kuantan Singingi, Riau Timur Kabupaten Tebo dan Kabupaten Bungo, Jambi Selatan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Kerinci, Jambi Barat Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan 

 Topografi 
Secara topografi, daerah Kabupaten Dharmasraya bervariasi antara berbukit, bergelombang, dan datar dengan variasi ketinggian dari 100 m–1.500 m di atas permukaan laut. Ketinggian dari permukaan laut mulai dari 100 meter dpl pada bagian kawasan yang mengarah ke sebelah timur, hingga 1.500 meter dpl pada bagian kawasan yang menjadi bagian dari gugusan Bukit Barisan di sebelah barat. Kelerengan lahan bervariasi dari datar sebesar 7,65%, landai sebesar 46,64%, curam sebesar 34,29% sampai sangat curam sebesar 11,42%. Sebagian besar jenis tanah di Kabupaten Dharmasraya berjenis podsolik merah kuning, dengan penggunaan lahan yang didominasi untuk peruntukan hutan hujan tropik seluas 133.186 hektare (44,98%) dan lahan perkebunan seluas 118.803 hektare (40,12%) sedangkan untuk penggunaan lainnya sebesar 14.90%.[14][15] 

 Iklim 
Iklim di wilayah Kabupaten Dharmasraya adalah iklim tropis dengan tipe ekuatorial (Af). Suhu udara di kabupaten ini berkisar antara 21 °C hingga 33 °C dengan rata-rata hari hujan 14.35 hari per bulan dan rata-rata curah hujan 265,36 mm per bulan. Tingkat kelembapan nisbi di wilayah Dharmasraya pun cukup tinggi ±83%. Curah hujan tahunan di wilayah Dharmasraya cenderung tinggi berkisar antara 2600–3200 mm per tahun dengan jumlah hari hujan lebih dari 160 hari hujan per tahun. Kabupaten Dharmasraya Kabupaten Transkripsi bahasa daerah • Jawi Minang ضارمسراي 

Kantor Bupati Dharmasraya 
Kantor Bupati Dharmasraya Lambang resmi Kabupaten Dharmasraya Lambang Julukan: Ranah Cati nan Tigo Motto: Tau jo nan ampek (Minang) Masyarakatnya memiliki empat pengetahuan yang terperinci tentang adat, agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi Peta Wikimedia | © OpenStreetMap Peta Kabupaten Dharmasraya di Sumatra Kabupaten DharmasrayaKabupaten Dharmasraya Peta Tampilkan peta Sumatra Tampilkan peta Indonesia Tampilkan semua Koordinat: 1.05°S 101.367°E Negara Indonesia Provinsi Sumatera Barat Tanggal berdiri 18 Desember 2003; 21 tahun lalu[1] 


Dasar hukum UU Nomor 38 Tahun 2003[1] Ibu kota Pulau Punjung Jumlah satuan pemerintahan Daftar Pemerintahan • Bupati Annisa Suci Ramadhani • Wakil Bupati Leli Arni • Sekretaris Daerah Adlisman Luas[2] • Total 2.920,93 km2 (1,127,78 sq mi) Populasi (30 Juni 2024)[3] • Total 240.159 • Kepadatan 82/km2 (210/sq mi) Demografi • Agama 97,78% Islam 2,20% Kekristenan 1,92% Protestan 0,28% Katolik 0,02% Lainnya[3] • Bahasa Indonesia, Minangkabau • IPM Kenaikan 74,06 (2024) tinggi[4] Zona waktu UTC+07:00 (WIB) Kode BPS 1311 Edit nilai pada Wikidata Kode area telepon 0754 Pelat kendaraan BA xxxx V** Kode Kemendagri 13.10 Edit nilai pada Wikidata DAU Rp 535.658.048.000,- (2020) Situs web www.dharmasrayakab.go.id

Penjaringan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award Tingkat Nasional Tahun 2025

  Alhamdulillah Nagari Sungai Dou Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya medapat Juara satu dalam Penjaringan Pemerintahan Desa dan Kelura...